






![]() | Hari ini | 138 |
![]() | Kemarin | 1384 |
![]() | Minggu ini | 11004 |
![]() | Bulan ini | 32089 |
![]() | Semua | 881373 |
| The concept of disaster programs |
|
Pemulihan Kehidupan Masyarakat Korban Bencana Gempa Tektonik di Jateng dan DIY secara layak.Latar Belakang program :
Penyebab bencana: Gempa Tektonic dengan skala 5,9 scala richter, pada tanggal 27 Mei 2006 pukul 05.53 Wib letak Episentrum Gempa di lautan Indonesia sebelah selatan propinsi DIY
Dampak gempa menimpa wilayah Jawa Tengah dan DIY sehingga mengakibatkan korban lebih dari 4500 jiwa meninggal dunia, sekitar 1870 luka berat dan 1716 orang luka ringan. Kerusakan dan roboh mencapai 13.386 unit terdiri dari bangunan perumahan penduduk, tempat ibadah, sekolah pusat perbelanjaan/pasar, jalan, jembatan serta terputusnya jaringan listrik, jaringan komunikasi.
Situasi saat ini ribuan orang korban kehilangan rumah tempat tinggal, terluka, dan tidak mampu menjalankan aktivitas perekonomian sehingga mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok bagi keluarga.
Masyarakat sekitar lokasi bencana secara mandiri telah melakukan berbagai langkah pemulihan / tanggap darurat seperti: menguburkan jenasah bagi yang meninggal, membawa korban luka ke Rumah Sakit Umum/ Puskesma/ poliklinik, mendirikan tenda darurat di lahan kosong (lapangan, kebun, halaman) sebagai hunian sementara bagi warga yang rumahnya mengalami kerusakan, membuat dapur umum dengan memanfaatkan bahan-bahan yang ada disekitarnya serta bantuan dari pihak lain dalam jumlah yang sangat terbatas sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan minimal bagi korban. Lokasi Pemanfaat : 1. Kabupaten Kulonprogo bagi 510 KK (2550 orang), di 11 Desa, 3 Kecamatan 2. Kabupaten Gunung Kidul bagi 690 KK (3450 orang), di 2 Desa, 2 Kecamatan. 3. Kabupaten Bantul bagi 500 KK (2500 orang), di 4 Desa, 2 Kecamatan 4. Kabupaten Boyolali bagi 240 KK (1200 orang), di 3 Desa, 2 Kecamatan. 5. Kabupaten Klaten bagi 273 KK (1365 orang), di 1 desa, 1 kecamatan.
Tujuan Umum: Pulihnya kehidupan masyarakat korban bencana gempa tektonik di Jateng dan DIY secara layak.
Tujuan Khusus: Kebutuhan dasar korban bencana tektonik di Kabupaten Boyolali dan Klaten - Jateng dan DIY
Pemanfaat program Program bantuan ini akan diselenggarakan untuk 11.065 orang di 21 desa, di 10 kecamatan, di 5 kabupaten di 2 Propinsi. Pertimbangan lokasi yang memperoleh bantuan program ini adalah: berada di lokasi bencana dengan kategori kerusakan berat, kurang terjangkau akses bantuan, dan berada di wilayah kerja jaringan Lesman
Jenis bantuan dan tahapan yang akan di lakukan:
1. Jangka pendek: ( 1 bulan): - Menyelenggarakan barak-barak sebagai –pemukiman sementara - Membantu pemenuhan dan distribusi kebutuhan pokok korban berupa bahan pangan, sandang, kesehatan (obat-obatan dan MCK) - Menempatkan personil (relawan) untuk membantu aktivitas posko bencana
2. Jangka menengah: 2 -3 bulan - Mengidentifikasi langkah-langkah pemulihan kondisi pemukiman dan infrastruktur lainnya - Mengkoordinasikan dengan pihak pemerintah dan pihak lain untuk percepatan pemulihan - Membantu pemenuhan dan distribusi kebutuhan pokok korban berupa bahan pangan, sandang, dan obat-obatan - Trauma hilling (pemulihan taruma akibat bencana) - Pemulihan aktifitas pendidikan bagi anak sekolah di lokasi bencana
3. Jangka panjang : > 3 bulan - Relokasi korban bencana - Rekontruksi infrastruktur - Pemulihan aktifitas ekonomi korban bencana
Melalui program ini, Lesman memfokuskan pada aktifitas jangka pendek. Aktifitas jangka menengah dan jangka panjang akan dijalankan melalui koordinasi dengan berbagai jaringan peduli bencana seperti NGO lokal dan Jaringannya (Jarnop PP, Walhi, Cindelaras, KRKP), NGO Internasional, dan Pemerintah Daerah di 5 Kabupaten.
Terpenuhinya kebutuhan dasar/pokok berupa pangan, sandang, papan, dan kesehatan bagi masyarakat korban bencana.
Indikator: Terpenuhinya kebutuhan dasar bagi 11.065 orang di 21 desa, 10 kecamatan, 5 kabupaten, 2 propinsi sampai akhir bulan Juni 2006 Pulihnya kondisi psikis masyarakat korban bencana sehingga mampu melakukan aktifitas harian dan ekonomi
Indikator: Masyarakat mulai menjalankan kegiatan harian secara normal dan kembali memulai aktifitas ekonomi sesuai bidangya masing-masing. Terkonsolidasi dan terkoordinasi bantuan dari berbagai pihak secara tepat Indikator:
Diterimanya bantuan bagi masyarakat korban bencana secara tepat waktu, jumlah, jenis dan lokasi.
Terlaksananya kerjasama intensif antara Lesman dengan pihak-pihak lain dalam menjalankan program bantuan
Dampak Keberlanjutan Program: Dengan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat korban bencana, mendorong percepatan pemulihan aktifitas kehidupan dan perekonomiannya sehingga secara mandiri dan berangsur-angsur mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Kerja-kerja koordinasi dan konsolidasi yang dilakukan secara partisipatif dan intensif yang melibatkan berbagai pihak (masyarakat lokal, NGO Lokal dan Internasional, serta pemerintah daerah setempat) mendorong kewaspadaan dan antisipasi bencana dimasa yang akan datang. |