Lembaga Independen Non-Pemerintah yang bercita-cita melestarikan kehidupan lingkungan pertanian untuk mewujudkan kemandirian keluarga tani laki-laki perempuan secara adil terhadap sesama petani, lingkungan serta pihak-pihak yang terkait dengan petani dan pertanian.

WebChat

We have 38 guests online

Forum Tani

Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Boyolali
Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Kulon Progo
Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Gunung Kidul

Unit Program

Kerjasama

Media Kampanye

 
 Poster
poster

Download this version (Large ) Download the large size

-----------------------

KALENDER 2010

 kelander_2010

 

klik cancel pada popup pertama

joomla visitors

Fanspage

Lesman Boyolali

Sekolah Lapang

Copy-Paste

Kalau Anda tertarik dengan Artikel diatas dan berniat
untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesusilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL.
Untuk tujuan yang terakhir ini harus bayar Royalti; salam Lesman

Angket

Apakah Pertanian Organik ?
 

Tautan Lesman

Lesman on Facebook
Lesman on twitter
Lesman on Youtube
Lesman Photo Dokumentation

Tamu online

Ada 38 tamu online

Data Pengunjung

DATA PENGUNJUNG Mulai Oktober 2008
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini696
mod_vvisit_counterKemarin1728
mod_vvisit_counterMinggu ini2424
mod_vvisit_counterBulan ini35949
mod_vvisit_counterSemua885234
___________

 lestarimandiri.org

Narang
Mulyono
Heni     
Theresia 

 

Profit Unit


Petani Merapi Tolak Perluasan TNGM

Boyolali, CyberNews. Para petani wilayah lereng Merapi yang mengatasnamakan Himpunan Tani Makmur (HTM), menggelar aksi menolak rencana perluasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Aksi yang juga disuarakan lewat jejaring sosial facebook terus mendapatkan dukungan.

"Kini dukungan sudah mencapai ratusan dan terus bertambah," ujar Ketua Biro Advokasi HTM Merapi, Sinam Sutarno, Minggu (15/5).

Dijelaskan, pemerintah melalui surat keputusan (SK) Menteri Kehutanan (Menhut) Nomor 134 Tahun 2004 sudah menetapkan Merapi sebagai taman nasional. Pascaerupsi areal TNGM bakal diperluas dengan menggusur kebun petani dan rumah warga.

Surat keputusan perluasan TNGM tersebut sudah dilayangkan ke daerah-daerah lereng Merapi, yakni Sleman, Jogja, Magelang, Klaten dan Boyolali. Jika perluasan areal TNGM jadi direalisasikan, maka ribuan warga yang berdiam di kawasan itu bakal menderita. "Mereka akan kehilangan mata pencaharian yang mayoritas dari pertanian," paparnya.

Menurutnya, usulan perluasan TNGM tidak mendasar, baik dari segi undang-undang kehutanan maupun penanggulangan bencana. Bahkan sejak 2004 Merapi dijadikan TNGM tidak ada perubahan signifikan. Pihaknya mendesak kepada seluruh pemkab di perbatasan Merapi untuk menolak keputusan pemerintah pusat.

Sebab, TNGM tidak terbukti melestarikan alam, tapi malah mengasingkan masyarakat jauh dari alamnya. Jika perlu, pemkab harus berani mendesak pemerintah pusat agar  mengevaluasi kembali keberadaan TNGM. Jika memang tidak ada manfaatnya, lebih baik Merapi dikembalikan kepada warga untuk dikelola sebagai lahan perkebunan dan pertanian.

"Munculnya SK Menhut juga tidak pernah melibatkan pemkab, baik eksekutif maupun legsilatif, dan masyarakat lereng Merapi," lanjutnya.

Terkait relokasi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III, pemerintah harus menggunakan proses dialog. Menurutnya, di mana pun tempatnya, tidak akan pernah lepas dari ancaman bencana. Ancaman bencana Merapi dapat dikenali dengan berbagai metode.

"Tanyakan langsung pada warga Merapi apa yang sebaiknya dilakukan dan jangan," tambah dia.

Terpisah, Bupati Boyolali Seno Samodro menegaskan, menolak relokasi warga lereng Merapi. Sebab, relokasi yang merupakan dampak dari perluasan areal TNGM, ini tidak dikehendaki masyarakat di Selo. Pihaknya sudah berkali- kali menemui warga dan menanyakan rencana relokasi, namun warga menolak.

"Saya sudah taren ke warga dan lahan relokasi juga sudah disiapkan, tapi warga tidak mau," jelasnya.

( Joko Murdowo / CN27 / JBSM )

 

sumber:  http://suaramerdeka.com/

 

 

Share/Save/Bookmark
 
Bookmark and Share Subscribe Bookmark and Share Free Sitemap Generator