|
Menembus Lereng Terjal untuk Setetes Air |
|
  
Kerjabakti masyarakat Desa Cluntang, Musuk, Boyolali untuk memperbaiki jalan setapak menuju sumber mata air di bawah jurang dii lereng gunung merapi. Kecamatan Musuk secara administrative masuk dalam wilayah Kabupaten Boyolali, yang terletak di lereng Gunung Merapi. Di wilayah Kecamatan Musuk memiliki potensi kelangkaan air yang membuat tandon air di setiap rumah. Sebagian besar desa dari total sejumlah 20 desa yang berada di dalam wilayah Kecamatan Musuk belum dapat dilayani oleh PDAM dalam hal pemenuhan kebutuhan air bersih. Di Kecamatan Musuk hanya desa Pusporenggo dan desa Musuk yang mendapatkan pelayanan dari PDAM. Menurut PDAM desa-desa yang tidak terjangkau pelayanannya disebabkan oleh kontur tanah di wilayah yang belum terlayani berbukit. Sedangkan wilayah pemukiman atau desa-desa yang belum terlayani tersebut terletak pada posisi yang lebih tinggi dari sumber air yang ada. Sehingga untuk mendistribusikan air tersebut diperlukan fasilitas khusus seperti pompa, reservoir, sehingga mengakibatkan biaya produksi air menjadi tinggi. Karena pelayanan PDAM baru mencapai sebagian kecil Kecamatan Musuk, yaitu Desa Musuk dan Pusporenggo, maka praktis, masyarakat diluar kedua wilayah desa tersebut harus mengupayakannya secara swadaya. Beberapa altenatif yang dilakukan oleh masyarakat dalam upayanya memenuhi kebutuhan air bersih adalah dengan: • Membuat bak penampungan air hujan. • Membeli air yang dijual oleh pihak tertentu dengan menggunakan mobil tangki. • Memanfaatkan sumber air di lereng Gunung Merapi. • Memanfaatkan air dari sumber air yang ada di wilayah dusun/dukuh setempat. • Membuat sumur gali. • Membeli hak atas mata air. • Memanfaatkan bantuan yang diberikan oleh lembaga lain dan pemerintah.
Upaya pemenuhan air tersebut oleh masyarakat di wilayah Kecamatan Musuk mengalami perubahan, terutama perubahan 1996 dimana masyarakat di beberapa desa berinisiatif untuk mengali air di sumber-sumber yang memiliki debit relative besar ke wilayah pemukiman dengan memanfaatkan efek grafitasi. Sementara langkah yang dilakukan oleh pemerintah untuk menyikapi kondisi kelangkaan yang biasa terjadi, masih berupa langkah yang bersifat temporer, dan belum mencangkup upaya yang bersifat praktis, kearah pemeliharaan kelestarian lingkungan. Kondisi seperti inilah yang sampai saat ini dirasakan oleh masyarakat Desa cluntang yang secara geologis berbatasan langsung dengan gunung merapi. berbagai upaya dilakukan oleh masyarakat untuk mendapatkan sumber air untuk mencukupi kebutuhan keluarga.
|