Lembaga Independen Non-Pemerintah yang bercita-cita melestarikan kehidupan lingkungan pertanian untuk mewujudkan kemandirian keluarga tani laki-laki perempuan secara adil terhadap sesama petani, lingkungan serta pihak-pihak yang terkait dengan petani dan pertanian.

WebChat

We have 41 guests online

Forum Tani

Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Boyolali
Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Kulon Progo
Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Gunung Kidul

Unit Program

Kerjasama

Media Kampanye

 
 Poster
poster

Download this version (Large ) Download the large size

-----------------------

KALENDER 2010

 kelander_2010

 

klik cancel pada popup pertama

joomla visitors

Fanspage

Lesman Boyolali

Sekolah Lapang

Copy-Paste

Kalau Anda tertarik dengan Artikel diatas dan berniat
untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesusilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL.
Untuk tujuan yang terakhir ini harus bayar Royalti; salam Lesman

Angket

Apakah Pertanian Organik ?
 

Tautan Lesman

Lesman on Facebook
Lesman on twitter
Lesman on Youtube
Lesman Photo Dokumentation

Tamu online

Ada 41 tamu online

Data Pengunjung

DATA PENGUNJUNG Mulai Oktober 2008
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini717
mod_vvisit_counterKemarin1728
mod_vvisit_counterMinggu ini2445
mod_vvisit_counterBulan ini35970
mod_vvisit_counterSemua885255
___________

 lestarimandiri.org

Narang
Mulyono
Heni     
Theresia 

 

Profit Unit


Cari Budidaya Tanaman Organik

Custom Search
BUDIDAYA TANAMAN KENCUR

 I.       PENDAHULUAN

Tanaman Kencur ( kaempferia galanga L. ) termasuk kedalam famili jahe-jahean Zingiberaceae yang merupakan tumbuhan asli India dengan daerah penyebaran meliputi kawasan Asia Tenggara dan Cina.

Sifat dan bentuk tanaman yaitu berbatang semu, jumlah daun 2-3 helai, warna bunga putih, umbi berwarna kuning kecoklatan dan banyak mengandung air.   Komposisi umbi terdiri dari pati 4,14%,  mineral sebanyak 13,73% serta minyak atsiri  2,4-3,9% yang terdiri dari cineol,  asam methyl,  aldehide,  ethyl,  ester  dan lain-lain.

Manfaat rimpang kencur sebagai bumbu penyedap juga sebagai obat tradisional, oleh karenanya banyak petani yang mengusahakan di pekarangan maupun di tegalan baik secara monolkultur ataupun secara tympang sari, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani.

Pada saat ini kencur banyak dalam industri rokok, jamu dan kosmetika dengan perkiraan kebutuhan dalam negeri untuk ketiga komponen tersebut sebesar 10 ton cip kencur kering atau setara dengan 100 ton rimpang basah.

 

II.      SYARAT TUMBUH

 

     2.1.  Iklim

-        Tinggi tempat  : 50 m – 1.000 m dpl.

-        Intensitas cahaya        : Sedikit terlindung dari sinar matahari lansung

-        Curah hujan                : 2.500 – 4.000 mm/ tahun

 

   2.2.   Tanah

-        Jenis tanah                  : Lempung berpasir, lempung berliat.

-        Struktur                       : Remah dan kaya humus.

 

III.    BERCOCOK TANAM

 

    3.1.    Klon Anjuran

-        Jenis kencur berdaun sempit

-        Jenis kencur berdaun lebar

 

   3.2.    Pemilihan Bibit

Berasal dari pohon yang sudah tua, cara memperoleh bibit ada 2 cara :

a).     Lansung tanam

Rimpang segar setelah dipotong-potong sepanjang 4 Cm lansung ditanam dilapangan tanpa disimpan dulu.

b).     Ditunaskan dulu

Rimpang setelah dipotong-potong 4 Cm disimpsn dalam gudang 1-2 minggu (sampai tunas bermunculan),  ruang tempat penyimpanan harus kering,  tidak panas dan tidak terlindung.    Rimpang dihamparkan (tidak bertumpuk) di atas rak kayu atau bambu. Bibit yang baik mempunyai 2-3 buah mata tunas.

Keperluan bibit sekitar 1-2 ton / hektar dengan jarak tanam sekitar                20 X 15 Cm.

 

3.3.    Penyiapan Lahan

-        Tanah dibersihkan dari rerumputan lalu dicangkul 2 (dua) kali.

-        Dibuat bedengan sambil diberi pupuk kandang sebanyak 10 ton/hektar.

 

3.4.    Penanaman

-        Penanaman pada awal musim hujan.

-        Jarak tanam 20 X 15 Cm, kecuali untuk tumpang sari 60 X 40 Cm.

-  Cara penanaman dengan meletakan bibit dicelup / dipping pada larutan      anti biotik agrimyoin, sterptomyoin.

 

    3.5.    Pemeliharaan

-        Penyiangan         

Pada minggu ke II – IV setelah tanam atau tergantung keadaan.

-        Mulching         

Penutupan tanah bisa denngan jerami atau ampas perasan tebu.

-        Pemupukan    

Pada saat tanaman sudah membentuk daun sempurna (akhir minggu ke 4) dipupuk dengan pupuk Urea 75 Kg, TSP 200 Kg dan KCl 100 Kg dan pada saat tanaman berumur 3 bulan dipupuk dengan Urea  sebanyak 75 Kg

-        Penggemburan tanah 

     Dilakukan disekitar rumput pada umur 3 bulan bersamaan dengan   pemupukan ke II.

-        Hama dan Penyakit    

     Hama pada tanaman kencur tidak banyak yang penting adalah  penyakit  busuk umbi oleh bakteri Pseudomonas sp.

 

IV.    PANEN

 

4.1.   Umur

-       Mulai dapat dipanen umur 6-8 bulan, dan dapat ditunda sampai musim berikutnya karena tidak akan ada efek buruk terhadap rimpang namun jika ditunda sampai musim berikutnya lagi kemungkinan rimpang akan membusuk dan kadar patinya menurun.

-       Panen sebaiknya dilakukan dalam waktu yang singkat.

-       Biasanya bila setelah cukup panen ditandai dengan daun menguning dan akhirnya gugur.

 

4.2.   Cara Panen

-       Membongkar seluruh rimpang dengan cangkul, garpu atau alat lainnya.

-       Mematahkan atau memotong rimpang bagian pinggir,  sisa  yang tertinggal dibiarkan tumbuh untuk musim tanam berikutnya.

4.3.    Produktivitas

-            Produksi rimpang bisa mencapai 6-10 ton /hektar.

-            Variasi produksi di pengaruhi oleh kesuburan tanah, jenis kencur dan pemeliharaan selama penanaman

V.                  PENGOLAHAN HASIL

 Hasil lahan kencur bisa berupa  rimpang basah dan rimpang kering. Pada Pengolahan Rimpang basah, rimpang hanya dibersikan,  dikering anginkan, dikemas lalu diangkut.

Pada pengolahan rimpang kering terdapat proses pengeringan, pencelupan dan pengeringan.

 

Share/Save/Bookmark
 
Bookmark and Share Subscribe Bookmark and Share Free Sitemap Generator