






![]() | Hari ini | 732 |
![]() | Kemarin | 1728 |
![]() | Minggu ini | 2460 |
![]() | Bulan ini | 35985 |
![]() | Semua | 885270 |
| Persoalan Rontok Buah |
|
Jangan Biarkan Calon Buah pada tanaman Buah-buahan anda Rontok Suatu hari Pak Nono, petani buah-buahan (mangga,) bangga menyaksikan tanaman mangga di pekarangannya yang mulai berbunga. Hal ini menandakan bahwa sebentar lagi pohonnya akan berbuah. Namun, setelah ditunggu pada waktunya ternyata pohon mangganya tidak juga berbuah. Kalaupun ada, buahnya itu masih kecil dan menjelang besar sudah berjatuhan ( rontok) sebelum masak. Ada apa dengan tanaman buah mangga ( atau tanaman buah lainya)??
Penyebab Kerontokan buah yang terjadi selama ini tidak terlepas dari 2 faktor utama yaitu faktor pengaruh luar dan faktor pengaruh dalam. Pengaruh dalam meliputi keseimbangan hara dan hormon dalam tanaman, tingkat kesuburan tepungsari, kemampuan/kekompakan organ reproduksi serta kondisi lain yang mendukung proses perkembangan buah sejak pembuahan sampai perkembangan buah yang optimal untuk dipanen seperti ketersediaan air. Sedangkan faktor luar meliputi : kesuburan tanah, kondisi iklim ( tingginya curah hujan dan besarnya angin) serta serangan hama penyakit. contoh : Secara alami, bunga mangga muncul kurang lebih satu bulan setelah hujan berakhir dan memerlukan waktu sekitar empat bulan untuk dapat dipanen buahnya. Selama masa pembentukan dan perkembangan tersebut, intensitas kerontokan bisa mencapai 99%. Peristiwa ini sangat terkait dengan tekanan oleh berbagai faktor antara lain:
Upaya Pengendalian yang Pernah Dilakukan Meskipun kerontokan buah ini selalu dialami petani buah-buahan, namun bukan berarti mereka pasrah. Berbagai upaya telah dilakuan baik oleh petani sendiri maupun oleh lembaga peneltiian sebagai langkah dalam mengatasi setidaknya menekan tingkat kerontokan buah agar tidak terlau banyak. metodanya yaitu dengan cara penyiraman selama masa repoduksi dua kali seminggu dapat meningkatkan hasil 49%. Sementara itu di pihak petani, pencegahan kerontokan buah dilakukan dengan pengasapan pada kebun menjelang musim mangga berbunga. Secara teori, meng-asap (memberi asap) berarti mening-katkan kandungan gas ethylene yang memang dapat memacu pembungaan , sehingga bunga dapat muncul lebih awal pada kondisi yang lebih aman. Ditingkatkan unsur hara tanaman dengan memberi pupuk organik yang berkualitas ( Lihat cara pembuatan pupuk Organik) dan untuk penanggulangan hama penyakit lihat cara pembuatan pestisida organik yang ramah dan aman bagi lingkungan dan kesehatan.
|