|
TEMU TANI TINGKAT DESA HARGOMULYO KECAMATAN GEDANGSARI KABUPATEN GUNUNGKIDUL Kegiatan temu tani ini diselenggarakan pada tanggal 12 Juni 2008 dengan tema : ”Membangun Kekuatan Kolektivitas petani dan kelompok tani menuju kemandirian petani dan kelompok tani.” dan bertempat di Kantor Kepala Desa hargomulyo, Kec. Gedangsari Gunungkidul, dihadiri oleh a. Perwakilan kelompok 28 orang, PPL 2 orang, Perangkat Desa 4 orang, BPD 2 orang, Lesman 4 orang Menguatnya kelembagaan organisasi tani yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani ( Gapoktan ) merupakan langkah awal menuju kemandirian petani. Dengan adanya wadah bagi petani dan kelompok tani dalam Gapoktan, diharapkan menjadi media sharing antar petani dan kelompok tani untuk mengatasi berbagai masalah dilingkungan intern petani dan pertanian, mengembangkan potensi sumberdaya manusia dan alam, serta berbagai hal yang menyangkut kepentingan petani dan pertanian. Gapoktan Ngudi Lestari di Desa Hargomulyo kecamatan Gedangsari didirikan atas prakasa dari 14 kelompok tani yang tersebar di 14 padukuan. Kegiatan Gapoktan selama ini hanya sebatas pertemuan rutin, belum mempunyai rencana, baik rencana jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang. Keberadaan Gapoktan Ngudi Lestari yang selama ini diyakini sebagai wadah bagi kelompok-kelompok tani di Desa Hargomulyo untuk memperjuangkan kepentinganya belum dapat memainkan peranya, karena kurangnya dukungan fasilitas dari Pemerintah Desa Hargomulyo. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
|
MANAGEMEN USAHA PERIKANAN DI KULONPROGO
Pada tanggal 07 – 09 Pebruari 2008 Diselenggarakan Pelatihan Manajemen Usaha Perikanan di Balai Informasi Penyuluhan Pertanian Kabupaten Kulonprogo, kegiatan ini merupakan kerjasama antara LESMAN (Boyolali) – CRS (Yogyakarta) – YP2SU (Yogyakarta) yang melibatkan masyarakat penyintas bencana dari wilayah kabupaten Klaten, Sleman, Bantul dan Boyolali. Selama tiga hari diharapkan adanya media sharing pengalaman antar peserta dalam mengelola usaha perikanan, baik dari pengelolaan tehnis budidaya sampai pemasaran dan juga untuk melihat dukungan kebijakan di Kabupaten Klaten, Sleman dan Bantul. Tujuann pelatihan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam upaya pengembangan pengelolaan pembudidayaan perikanan air tawar, pengembangan jaringan pemasaran, pengembangan jaringan kerjasama dengan pihak pemerintah/swasta dan pengembangan kelembagaan petani dalam pengembangan usaha perikanan. Target peserta pelatihan ini sebanyak 30 orang, sedangkan update peserta sesuai hasil identifikasi dari teman-teman YP2SU. Dengan tahapan roses pelatihan dimulai dengan mengidentifikasi potensi dan masalah dalam pengelolaan perikanan yang dilakukan selama ini melalui diskusi kelompok di masing-masing kabupaten yang dilanjutkan presentasi dan diskusi pleno. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
Membangun Internal Control System (ICS) Untuk Produksi gula Kelapa di Kulon Progo Pada tanggal 10-11 Juli 2007 kelompok tani dampingan lesman, menyelenggarakan lokakarya pemasaran bertempat di Dukuh Kalibuko II, Kecamatan Kokap Kabupaten Kulonprogo yang dihadiri oleh 28 orang (5 perempuan, 23 laki-laki) perwakilan dari kelompok pengrajin gula kelapa di 7 Kecamatan (Girimulyo, Kalibawang, Samigaluh, Lendah, Kokap, Pengasih) wilayah Kulonprogo dan Staf Lesman dihadiri oleh Perangkat Desa dan PT. Bening. Proses ini difasilitasi oleh Caecilia Afra Widyastuti dari Swisscontact. Maksud dan Tujuan dari lokakarya ini adalah: - Teridentifikasi potensi dan persoalan pemasaran gula kelapa di wilayah Kulon Progo
- Dipahaminya konsep ICS untuk penguatan kualitas produk gula kelapa
- Adanya Rancangan strategi model pemasaran gula kelapa di Kulon Progo
|
|
Selanjutnya >>>
|
|
Menurut Kepala Pusat Pengembangan Ketersediaan Pangan, Departemen Pertanian, Ir. Ning Pribadi, dalam acara Launching Program Lesman di Kulon Progo, Ketahanan Pangan adalah suatu wujud dimana masyarakat kita mempunyai pangan yang cukup ditingat wilayah tapi juga di masing-masing rumah tangga mampu mengakses pangan dengan cukup untuk semua anggota kelaurganya, bisa tumbuh hidup sehat dan bekerja secara produktif.
Ada 2 sisi prinsip yang harus dipenuhi dalam ketahanan pangan , yaitu Tersedianya pangan yang cukup dan Kemampuan rumah tangga untuk mengakses pangan. Yang dimaksud rumah tangga disini adalah semua rumah tangga masyarakat baik rumah tangga petani dan non petani. Ketahanan pangan menghendaki bahwa tiap rumah tangga mengkonsumsi pangan yang cukup. Standart kecukupan dalam mengkonsumsi sekitar 2000 kalori dan ketersediaan 2.500 kalori. Ditingkat nasional sama dengan di Kulon Progo, ketersediaan hampir 3.000 kalori per kapita, tetapi ditingkat rumah tangga konsumsinya masih dibawah kecukupan. Artinya kalau masih rata- rata kecukupan berarti masih ada yang diatas tapi masing ada yang dibawah kecukupan pangan. Jadi ketahanan pangan belum tercapai apabila masyarakat masih ada yang belum mampu mengakses pangan dengan cukup. |
|
Baca selengkapnya...
|
|
Kegiatan pertanian saat ini memang bukan sekedar kegiatan usaha dalam konteks ekonomi,tetapi sebenarnya meliputi aspek-aspek penting dalam kehidupan kita Antara lain aspek pengembangan benih lokal yang merupakan asset pertanian yang mutlak ada untuk kegiatan pertanian tersebut. Untuk itu kegiatan dan usaha yang ditempuh Lesman adalah mendorong dan mendukung petani lokal untuk mampu mengambil hak dan tanggungjawabnya untuk melestarikan benih lokal sebagai sumber daya genetic bagi kegiatan pertanian. Usaha untuk mewujudkannya adalah membangun kembali masyarakat bank benih untuk menjaga dan meningkatkan penguasaan atas benih lokal yang petani miliki dan mereka budidayakan.Sebab dengan menguasai benih berarti menguasai kehidupan. Atas kondisi tersebut maka Lesman sebagai Lembaga yang consent pada pertanian alami dengan mengembangkan sumber daya lokal di tingkat petani berinisiatif bersama petani dampingan untuk membentuk Forum Pengelola Pembenihan . |
|
Selanjutnya >>>
|
|
|
|
|
<< Mulai < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |