Apa kompetensinya orang kampung –petani lagi- mengomentari ini. Sedangkan yang professional saja menyerahkan ke pribadi masing-masing dan petinggi negeri ini pun juga masih silang pendapat mengatasinya. Sebagai orang kampong mungkin akan mengatakan: terserah bapak-bapak yang duduk di kursi empuk itu. Apa itu untuk mencerdaskan bangsa, berpartisipasi dalam pembangunan atau mengentaskan kemiskinan dan ketertinggalan atau sebagai proyek. Yang jelas orang kampong kini seharusnya bisa menikmati kesejahteraan yang sama dinikmati oleh masyarakat berperadaban lainnya. Tidak terjadi kesenjangan social yang terlalu tajam dan tidak terisolasi dari dunia luar. Bisa menikmati ilmu pengetahuan yang seharusnya mencerdaskan ini.
Judul yang dipakai dari tulisan ini memang mengambil istilah dari beberapa judul berita dan komentar. Sedangkan pemilihan kedua penyedia software ini pun masih menjadi perbincangan menarik. Bagi petani yang penting adalah bisa menikmati manfaat internet ini. Biasanya petani memilih apa yang sudah ada dan tersedia di pasaran. Walau bisa jadi apa yang ada itu merugikan, bahkan mencekik hidupnya. Itu sudah menjadi kenyataan sehari-hari. Sehingga kehadiran internet, bisa jadi rejeki yang tak pernah terbayangkan (kalau boleh disebut begitu), Yah, paling tidak petani bisa memperoleh sesuatu yang baru. Sehingga tidak lagi disebut kampungan apalagi gaptek.
Pertanyaan selanjutnya, apakah dengan adanya internet itu bisa meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan petani? Inilah yang menjadi esensi penyertaan petani pada teknologi ini. Jangan sampai dengan masuknya internet, akan menimbulkan ketergantungan teknologi. Petani harus membayar mahal, namun tidak sesuai dengan pendapatan yang dihasilkan. Bisa jadi dengan ketergantungan teknologi ini, petani tidak lagi memanfaatkannya untuk kepentingan pendapatannya, tapi menjadi gaya hidup. Sehingga mengorbankan pendapatannya yang kecil, hanya untuk mendapatkan secuil informasi –sebagai bentuk ekspresi diri..
Kembali, kalau jadi petani yang mandiri punya identitas diri. Percaya hasil kerjanya sendiri dan menggali kemampuan dirinya untuk menghasilkan produk yang berkualitas, maka ia akan menuai hasilnya, meskipun dari hal-hal sepele, kelihatannya. Namun bisa bermanfaat. Ini akan menjadi jati diri kita dan menambah percaya diri kita. Tidak menggantungkan kepada orang lain dan mengharapkan orang lain memberi bantuan. Kemudian kita tinggal memilih, apa kita mau percaya diri atau menggantungkan orang lain?
Artikel lainya :




































