Lembaga Independen Non-Pemerintah yang bercita-cita melestarikan kehidupan lingkungan pertanian untuk mewujudkan kemandirian keluarga tani laki-laki perempuan secara adil terhadap sesama petani, lingkungan serta pihak-pihak yang terkait dengan petani dan pertanian.

WebChat

We have 55 guests online

Forum Tani

Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Boyolali
Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Kulon Progo
Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Gunung Kidul

Unit Program

Kerjasama

Media Kampanye

 
 Poster
poster

Download this version (Large ) Download the large size

-----------------------

KALENDER 2010

 kelander_2010

 

klik cancel pada popup pertama

joomla visitors

Fanspage

Lesman Boyolali

Sekolah Lapang

Copy-Paste

Kalau Anda tertarik dengan Artikel diatas dan berniat
untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesusilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL.
Untuk tujuan yang terakhir ini harus bayar Royalti; salam Lesman

Angket

Apakah Pertanian Organik ?
 

Tautan Lesman

Lesman on Facebook
Lesman on twitter
Lesman on Youtube
Lesman Photo Dokumentation

Tamu online

Ada 55 tamu online

Data Pengunjung

DATA PENGUNJUNG Mulai Oktober 2008
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini832
mod_vvisit_counterKemarin1728
mod_vvisit_counterMinggu ini2560
mod_vvisit_counterBulan ini36085
mod_vvisit_counterSemua885369
___________

 lestarimandiri.org

Narang
Mulyono
Heni     
Theresia 

 

Profit Unit


Sistem Operasi Komputer yang Gratisan (Open Source) Malah Lebih Unggul

Sejauh ini, belum ditemukan virus yang menyerang sistem operasi Linux, yang gratis. Bahkan, file yang tidak terbaca (terserang virus) di sistem operasi yang bayar mahal, dapat dibaca dengan Linux dengan mengubah formatnya. Mestinya Pemerintah berinvestasi mengembangkan Open Source, bukan malah mengembangkan bisnis berlisensi.

Linux Trainer Yusuf Kurniawan : Uang 'terbang' ke Pemilik Lisensi

BANDUNG, itb.ac.id- Sabtu (9/8), Comlabs ITB kembali mengadakan “Free IT Saturday Lesson” (FSL) bagi sivitas akademik ITB. FSL kali ini mengusung tema “Komunitas Open Source (bagian 2)” dengan menghadirkan seorang Linux trainer , Yusuf Kurniawan, sebagai pembicara. Bertempat di Ruang Multimedia Comlabs, Yusuf membahas lebih jauh mengenai komunitas open source.

Kegiatan yang dilakukan komunitas ini, seperti diutarakan Yusuf, diantarnya workshop internal, seminar dan workshop umum, pengembangan software, penulisan artikel dan buku, serta migrasi dan support. Workshop internal ditujukan bagi anggota komunitas guna memberikan pemahaman lebih mengenai Linux melalui pelatihan-pelatihan. Seminar dan workshop umum ditujukan bagi masyarakat umum serta pelajar dan mahasiswa dalam rangka sosialisasi open source sebagai salahsatu solusi masalah pembajakan. Pengguna sistem operasi Linux yang berbasis open source dapat mengembangkan software dan mengakses source code software tersebut sehingga modifikasi dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Pengembangan software terus dilakukan sehingga sistem operasi linux 'powerfull' dan kaya akan fitur dan aplikasi, menyaingi sistem operasi berlisensi.

Penulisan artikel dan buku beprtujuan agar pengguna mendapatkan panduan lengkap penggunaan. Migrasi dan support biasa diadakan bagi perusahaan yang 'pindah' dari sistem opersi berlisensi ke sistem operasi Linux yang open source tetapi dengan kemudahan dan aplikasi lengkap seperti halnya sistem opersi berlisensi. Support dilakukan dalam bentuk pelatihan dan perbaikan sistem jika ditemukan kerusakan 'bug'.
Yusuf menekankan, dari sisi 'security' OS linux dapat diandalkan, “Sejauh ini belum ditemukan virus yang menyerang sistem operasi Linux. Bahkan file yang tidak terbaca (baca: terserang virus) di sistem opeasi berlisensi, dapat dibaca dengan Linux dengan mengubah formatnya.”  Hal lainnya, ditambahkan juga bahwa Linux tidak memerlukan driver, aplikasi bisa langsung 'play' jika telah dikenali. Komponen pusat Linux (kernel) dapat mengimplementasikan antara lain 'device driver', sistem berkas, dan protokol jaringan.

Aktivis open source dan programer di Indonesia jumlahnya masih minim. Padahal, pengembangan software sangat bergantung kepada kedua pihak tersebut. Kemudian dari sisi penyerapan hasil: marketing, promosi, dan minat masyarakat di Indonesia terhadap Open Source masih minim. Ditambah lagi kebijakan politis yang kurang berpihak kepada open source. “Sangat disayangkan, padahal investasi  open source lebih menguntungkan negara dibandingkan investasi untuk yang berlisensi. Berinvestasi di open source, berarti perputaran uang akan terjadi di dalam negeri saja dimana uang tersebut digunakan untuk pelatihan-pelatihan. Sedangkan investasi untuk yang berlisensi, uang langsung ' terbang' ke pemilik lisensi tersebut,” ujar Yusuf.

sumber: itb.ac.id
Minggu, 10 - Agustus - 2008, 12:26:39

 

Artikel lainya :

 

 

Share/Save/Bookmark
 
Bookmark and Share Subscribe Bookmark and Share Free Sitemap Generator