|
Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat penyintas bencana gempa bumi tektonik untuk petani dii Kabupaten Gunungkidul dan Kulonprogo, khususnya dalam mengelola produksi dan diversifikasi usaha ekonomi produktif sebagai sumber pangan dan pendapatan. Dititikberatkan pada optimalisasi potensi sumberdaya lokal sebagai sarana memenuhi sumber-sumber penghidupannya. Pendekatan Program dilakukan secara kelompok yang berbasis usaha produktif sehingga kemanfaatan kegiatan dapat diakses oleh semua elemen masyarakat yang terlibat dalam kegiatan ini, memperkuat mekanisme kontrol ditingkat masyarakat terhadap proses dan hasilnyaproyek, serta mendorong keberlanjutannya dengan meningkatkan keswadayaan komunitas. Kegiatan yang ditetapkan dalam proyek ini meliputi: 1. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia 2. Fasilitasipenyediaan sarana produksi 3. Fasilitasi modal kerja; 4. Penguatan kelembagaan ekonomi mikro pedesaan; 5. Penumbuhan dan Penguatan sumber-sumber pendapatan yang dikelola baik secara individu maupun kelompok; 6. Penguatan jaringan kerjasama. antar pihak. Lokasi yang menjadi wilayah kerja : | Dukuh | Desa | Kecamatan | Kabupaten/Propinsi | | Modinan | Brosot | Galur | Kulonprogo, DIY | | Nepi, Sepaten | Kranggan | Galur | Kulonprogo, DIY | | Sorogenen II | Nomporejo | Galur | Kulonprogo, DIY | | Pendekan, Sungapan | Tirto Rahayu | Galur | Kulonprogo, DIY | | Temben, Mirisewu, Ngaliyan II | Ngentakrejo | Lendah | Kulonprogo, DIY | | Pampang | Pampang | Paliyan | Gunungkidul.DIY | | Karang, Kayu Gerit, Pudak | Terbah | Patuk | Gunungkidul.DIY | | Guyangan Kidul | Mertelu | Gedangsari | Gunungkidul.DIY |
Monitoring dan EvaluasiMonitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan serta hambatan selama proyek berjalan. Monitoring internal dilakukan oleh Tim Managemen Lembaga Lesman. dan Monitoring eksternal dilakukan oleh YCAP - Bapeda dengan metode interview, wawancara dan kunjungan lapang di lokasi proyek Evaluasi dilakukan untuk mengetahui capaian berdasarkan indikator proyek yang telah ditetapkan dalam proposal, hambatan proyek, nilai-nilai pembelajaran, serta rekomendasi untuk keberlanjutan kegiatan/proyek. Evaluasi akan melibatkan semua pihak yang terlibat dalam proyek meliputi tim pelaksana proyek dari Lesman, masyarakat penerima manfaat, YCAP dan Bapeda. Metode yang dipakai adalah pertemuan bersama, wawancara serta kunjungan lapang untuk melihat capaian yang dihasilkan dari rencana yang telah ditetapkan, manfaat dan dampak dari proyek serta masukan untuk menentukan langkah kedepan. |