Lembaga Independen Non-Pemerintah yang bercita-cita melestarikan kehidupan lingkungan pertanian untuk mewujudkan kemandirian keluarga tani laki-laki perempuan secara adil terhadap sesama petani, lingkungan serta pihak-pihak yang terkait dengan petani dan pertanian.

WebChat

We have 37 guests online

Forum Tani

Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Boyolali
Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Kulon Progo
Forum Tani Dampingan lesman di Kab. Gunung Kidul

Unit Program

Kerjasama

Media Kampanye

 
 Poster
poster

Download this version (Large ) Download the large size

-----------------------

KALENDER 2010

 kelander_2010

 

klik cancel pada popup pertama

joomla visitors

Fanspage

Lesman Boyolali

Sekolah Lapang

Copy-Paste

Kalau Anda tertarik dengan Artikel diatas dan berniat
untuk meng-copy-nya serta menyebarluaskannya. Jangan malu-malu, copy aja langsung atau save as lewat menu bar. Boleh diubah, dimodifikasi, dan diperkaya, asal tetap mencantumkan credit-nya dan alamat URL-nya. Diperbolehkan selama untuk tujuan kebaikan, tidak melanggar hukum, norma-norma etika dan kesusilaan, tidak menyinggung SARA, dan BUKAN UNTUK TUJUAN KOMERSIAL.
Untuk tujuan yang terakhir ini harus bayar Royalti; salam Lesman

Angket

Apakah Pertanian Organik ?
 

Tautan Lesman

Lesman on Facebook
Lesman on twitter
Lesman on Youtube
Lesman Photo Dokumentation

Tamu online

Ada 37 tamu online

Data Pengunjung

DATA PENGUNJUNG Mulai Oktober 2008
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini839
mod_vvisit_counterKemarin1728
mod_vvisit_counterMinggu ini2567
mod_vvisit_counterBulan ini36092
mod_vvisit_counterSemua885377
___________

 lestarimandiri.org

Narang
Mulyono
Heni     
Theresia 

 

Profit Unit


Penyintas Bencana

Bencana, dapat dimaknai sebagai dua sisi laiknya mata uang. Musibah sekaligus berkah. Kondisi dan kenyataan hidup yang harus ditanggung para korban adalah satu sisi dari “mata uang” bencana. Sementara, di sisi lain, kepedulian terhadap kemanusiaan yang bisa dilatarbelakangi kepentingan politik, bisnis bantuan, dan berbagai semangat filantropis berlumuran pamrih bisa tumbuh dan berkembang. Secara sosial bencana telah menyebabkan masyarakat berjarak dari norma-norma, ritme kehidupan dan nilai-nilai yang sudah mereka jadikan pegangan dasar kehidupan keseharian.  Bangunan sistem sosial yang telah selama ini memberi makna, norma dan aturan peran yang jelas dan dipahami bersama tiba-tiba runtuh bersamaan dengan terganggunya lingkungan fisik mereka.

Masyarakat yang terkena bencana diyakini bisa bangkit kembali dengan caranya masing-masing. Beberapa bukti itu mengindikasikan bahwa masyarakat tahu cara bertahan. Insting alamiah dan modal sosial adalah penggerak utamanya.
Para korban memang tidak memiiki pilihan. Terlepas apakah mereka berada di ruang dan waktu yang salah, namun kenyataan bencana telah merenggut lingkungan fisik dan sosial mereka serta memberikan bekas psikis yang tak bisa disembuhkan seketika. Namun diantara banyak korban ada yang disebut sebagai penyintas. 

Istilah “penyintas” muncul pertama kali pada tahun 2005. Kemunculannya bukan dari kalangan ahli sastra ataupun ahli linguistik. Kata ini muncul dari para pegiat alias aktivis LSM dalam konteks bencana. Para pegiat ini memerlukan kata yang lebih pendek untuk menerjemahkan kata “survivor”. Mereka paling tidak harus menggunakan tiga patah kata, yakni: “korban yang selamat”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, disebutkan bahwa “sintas” termasuk kata sifat, artinya “terus bertahan hidup” atau “mampu mempertahankan keberadaannya”. Penyintas diartikan sebagai terus bertahan hidup. Artinya yaitu orang yang selamat dari suatu peristiwa yang mungkin dapat membuat nyawa melayang atau sangat berbahaya. Padanan kata survivor dalam Bahasa Indonesia.

Share/Save/Bookmark
 
Bookmark and Share Subscribe Bookmark and Share Free Sitemap Generator